BAB 21

 

Mimpi Sederhana

Satu per satu remaja-remaja itu turun dari mobil bak Layur menimpali. “Tapi, akting Yu Semi saat terbuka milik Pakde Bambang. Wajah mereka terlihat rekaman permainan cublak-cublak suweng top mengantuk dengan tubuh terlihat lelah. Namun, banget. Natural gitu.” mereka tak bisa menutupi rasa senangnya.

“Natural kayak mbok-mbok ya? Hahaha …. Bilang

“Pakde, matur nuwun sudah menjemput kami,” ke Alun, kalau videonya jelek, Yu Semi syuting lagi. Yang seru Layur sambil melambaikan tangan. lebih heboh ya!”

“Podho-podho ... sama-sama, Layur. Pokoknya Layur dan Vani melambaikan tangan mengiringi kalau butuh wira-wiri lagi, jangan sungkan bilang Yu Semi dan Pak Kadus meninggalkan lokasi kemping Pakde, ya. Wis langsung pulang sana,” balas Pakde mereka. Agenda pagi untuk para remaja itu adalah Bambang. membuat video matahari terbit di Bukit Menara. Pasti

seru. Lumayan ada aktivitas sembari menunggu Pakde

Kali ini, mereka diturunkan bukan di balai desa

Bambang menjemput mereka memakai mobilnya.

seperti tempat awal berkumpul. Layur meminta

Pakde Bambang yang menjemput mereka untuk

langsung menuju rumahnya. Layur masih ingat,

ia punya beberapa botol sirup. Lumayan, teman-

temannya bisa melepas dahaga dulu sebelum balik

“Bapak … Bapak ….”

ke rumah.

Layur membuka pagar rumah diikuti oleh

Sebelumnya, Yu Semi dengan membonceng Pak

Alun dan beberapa teman lainnya. Vani dan Sisil

Kadus sudah pulang pagi-pagi sekali karena harus

langsung pulang karena rumah mereka persis ada di

kulakan untuk warungnya. Vani dan Layur yang

depan rumah Layur. Layur bergegas menuju dapur,

sudah terbangun sejak subuh mengantar Yu Semi

mengeluarkan beberapa gelas dan membuat es sirup.

sambil berkali-kali mengucapkan terima kasih.

Beres. Semua bakal kebagian.

“Yu, matur nuwun nggih. Sudah semalaman

“Ratna, Dini ... bisa bantu angkat minuman

mengajari Vani menari dan main cublak-cublak

ini?” panggil Layur. Dua sahabat yang sedang

suweng. Seru banget pokoknya,” ucap Vani.

berselonjor di pendopo itu sigap masuk dapur untuk

“Halah ... Yu Semi mung urun tenaga, sekadar mengeluarkan minuman. menyumbang tenaga. Ndak sanggup mikir berat Layur masih memanggil-manggil bapaknya,

seperti kalian.”

tetapi tetap tidak sahutan.

 

246 BAB 21 | Mimpi Sederhana Layur Tetaplah Berlayar 247

“Kalian mau makan lagi? Kalau iya, bikin mi sana. “Panggilan apa? Panggilan siapa?” Mau goreng atau rebus, komplet. Ada semua. Telor Vani ragu untuk menjelaskan. Layur mendesak.

juga ada. Buka saja rak di atas wastafel dapur,” kata

Layur yang disambut penuh semangat oleh teman- “Gimana ngomongnya ya. Eh tapi ini kata ibuku

teman lelakinya. ya. Katanya, bapakmu dipanggil polisi dari kemarin

siang.”

Layur menemani teman-temannya melepas

lelah. Tak berapa lama, Vani dan Sisil datang. Layur kaget setengah mati. Demikian juga teman-Mereka membawa sekeranjang rambutan hasil teman yang mendengar penjelasan Vani. Mereka ribut memetik dari kebun. dan bertanya ini dan itu.

“Aku juga ndak ngerti, Alun,” sergah Layur panik.

“Bapak salah apa lagi. Kata orang-orang, pelaku

kerusuhan sudah ditangkap.”

Layur masih tidak yakin dengan nasib

bapaknya. Dia bergegas memakai kruk dan

berkeliling dari satu kamar ke kamar lain.

Berharap Bapak ada di salah satu ruangan itu.

Nihil.

“Alun! Bantu mikir, dong. Jangan ikutan

bengong,” hardik Layur. Alun yang sudah

terbiasa jadi tumpahan emosi Layur itu paham

harus berbuat apa, yakni mending diam.

Vani mencoba menenangkan Layur.

“Sini, Layur ...,” bisik Vani. “Aku dengar kamu Demikian juga Yuli dan Ratna turut membujuk panggil-panggil bapakmu.” kawannya itu agar duduk tenang.

Layur mengangguk. Tampaknya Vani tahu Layur hampir menangis. Dia berpikir lama.

sesuatu. Lantas, menunjuk Alun.

“Kata ibuku, kemarin bapakmu pamit dan nitip “Ambil sepedamu, sana. Boncengin aku. Kita ke rumah sama bapakku. Dia pergi karena dapat kantor polisi. Cari Bapak.” panggilan,” tutur vani.

 

248 BAB 21 | Mimpi Sederhana Layur Tetaplah Berlayar 249

Alun ketularan panik. “Kantor polisi yang mana? “Layuur! Sepeda sudah siap ….” Alun memanggil Ada banyak, Layur. Kamu kalau udah punya keinginan dengan kencang. Benar, Layur melihat kelima suka aneh-aneh.” temannya sudah berjajar dengan sepeda mereka. Ia segera mengayun langkah ke halaman. Dipilihnya

“Ya udah. Aku jalan sendiri. Jangan ngikutin!”

Basri untuk memboncengkan karena anak itu punya

balas Layur. Ia serius mau pergi. Ditariknya kruk

badan paling besar. Seharusnya paling kuat dan

dengan kasar.

paling cepat mengayuh sepeda. Teman lain pun

Yuli coba menenangkan Layur lagi. “Aku temani segera mencari pasangan untuk bersama-sama ya. Kamu duduk aja dulu. Aku ambil sepedaku.” menuju kantor polisi.

Bersahutan, Sabri, Wawan, Sisil, dan Vani “Pokoknya jalan dulu. Cari kantor polisi paling menyatakan siap mengambil sepeda masing-masing. dekat,” rengek Layur. Alun malu hati, dia pun mau mengambil sepeda.

Tiba-tiba ....

“Semua yang ada di sini, ndak ada yang punya

“Kalian mau kemana?”

motor ya?” tanya Ratna heran.

Lho suara siapa itu?

“Ya, kita semua kan seumuran. Belum boleh punya

SIM. Paling tua sih Dini, tapi dia naik sepeda aja ndak “Bapak!” teriak Layur girang. Sosok yang berjalan

bisa,” ledek Petrus. dari belakang sepeda itu adalah orang yang sudah

membuatnya khawatir. Teman-teman Layur ikut lega.

“Udah buruan ambil sepeda kalian. Aku tunggu

lima menit di sini,” sela Layur. “Katanya Bapak dipanggil polisi?

Dimasukkan sel ya Pak?” tanya Dini dengan

Layur mondar-mandir di pendopo menunggu lima

polos. Layur mendelik padanya.

temannya pulang mengambil sepeda. Perasaan Layur

kalut. Kalau Bapak dipanggil polisi kemarin, kenapa

hari ini belum pulang juga? Jangan-jangan Bapak

dimasukkan ke sel tahanan. Layur jadi ingin menangis.

Membayangkan bapaknya tidur di lantai dingin tanpa

beralaskan tikar seperti pernah dia tonton adegan itu

Fr M> #m ゥイ ;# #ヲ # r ># ヲ Mイ#ゥ#イ#エ \# Mエ#

Bapak paling tidak tahan tidur di lantai.

 

250 BAB 21 | Mimpi Sederhana Layur Tetaplah Berlayar 251

Bapak tak bisa menahan tawa. “Iya, kemarin “Dan kamu, Ratna. Dimana pun kamu kuliah.

sore Bapak dipanggil polisi. Tapi bukan karena mau Jangan lupa pulang. Setidaknya, dalam sejarah Dusun dimasukkan penjara. Bapak jadi saksi. Ditanya ini dan itu Prau ada seorang doktor cantik lahir di sini,” ucap untuk melengkapi berkas pemeriksaan Juragan Perahu.” Layur mantap.

Petrus penasaran. “Lha kenapa Om baru pulang Layur melepas dua sahabatnya dengan lambaian dari kantor polisi hari ini?” tangan. Rumah kembali sepi. Ah tidak, pasti sebentar

lagi Bapak akan memancing cerita Layur sampai

“Siapa bilang?” Bapak balik bertanya. “Bapak

malam.

semalam tidur di rumah kok. Tadi pagi-pagi keluar cari

solar buat mesin perahu.” “Senang, punya teman banyak?” tanya Bapak.

“Ooo ... begitu ceritanya. Gimana Layur, masih Layur mengangguk mantap. Dia rengkuh lengan panik-panikan lagi?” canda Alun yang disambut kuat bapaknya dan dipeluknya erat. cibiran oleh Layur.

“Bosan, temenan sama Bapak doang!” canda

Teman-teman Layur pun berpamitan sambil Layur. berjanji untuk terus saling bertemu mematangkan Bapak mengacak-acak rambut putrinya yang

rencana membangun dusun wisata.

semakin minta perhatian itu. Layur memindahkan

“Moga-moga proposal yang kamu ajukan ke pelukannya dari lengan ke pinggang Bapak. kabupaten bisa lolos ya, Layur ...,” bisik Ratna diiringi “Pak, dua bulan lagi Layur ulang tahun ketujuh

senyum tulus Vani di sampingnya.

belas. Tabungan Bapak sudah cukup untuk belikan

“Boleh aku memeluk kalian lagi seperti tadi ponsel buat Layur? Dulu udah janji kan? Bekas juga malam?” pinta Layur dengan manja. oke,” rayu Layur.

Penuh haru, Vani dan Ratna memeluk Layur. “Siap,” sahut Bapak pendek.

“Impianmu membangun Dusun Prau pasti “Kalau ada ponsel kan enak. Layur bisa terwujud, Layur,” bisik Vani. teleponan sama teman-teman. Motret dusun kita dan langsung bikin cerita di media sosial. Biar makin

“Iya,” sahut Layur tanpa melepas pelukan.

banyak bus dan mobil wisatawan ke sini.”

“Jangan lupa janjimu untuk menemani anak-anak sini

berlatih menari dan main gamelan.” Bapak mengangguk sambil memikirkan

dompetnya yang kosong.

Ketiganya melepas pelukan.

 

252 BAB 21 | Mimpi Sederhana Layur Tetaplah Berlayar 253

“Oh ya, kemarin waktu kamu ndak ada di rumah, Saat kita menganggap impian itu cukup Pak Pos mengantar surat ke sini. Surat apa, Bapak sederhana, saat itulah tercermin betapa kita yakin belum buka. Ada logo UGM tampaknya,” kata Bapak bakal mampu meraihnya. Layur sangat yakin dengan kemudian. fokus impiannya. Persis seperti nasihat bijak Ratna

semalam!

Layur mengangguk ringan. “Oh, mungkin itu

balasan atas surat yang aku kirim entah kapan. Baru Layur membuka surat bersampul logo kampus dibalas sekarang ya.” yang dia idamkan. Dia baca di teras rumah saat

langit senja menyapa. Kedua alisnya terangkat

“Kamu tanya apa ke UGM?”

tinggi-tinggi saat meniti kata demi kata dengan teliti.

Layur mengangkat kedua bahu. “Itu dulu. Pas Jauh di atas langit Dusun Prau ada bintang jatuh.

Layur penasaran ada tidak beasiswa untuk anak

difabel seperti aku.”

“Ya sana, buruan dibuka suratnya.”

Layur melepas pelukan.

“Layur mandi keramas dulu ah, Pak. Lengket

kemarin sore ndak mandi.”

“Ndak penasaran dengan isi suratnya?”

Layur malah melambaikan tangan. Entah

maksudnya dia mau pergi ke kamar mandi dulu atau

pengganti geleng kepala.

Layur masuk ke kamar, mengambil pakaian ganti,

dan menarik handuk di depan kamar mandi.

Mau kuliah? Atau mending fokus mewujudkan

dulu program dusun wisata yang terlanjur dimulai?

Layur menatap cermin di kamar mandi dengan

senyum lebar. Ada gambar diri di situ.

 

254 BAB 21 | Mimpi Sederhana Layur Tetaplah Berlayar 255

Epilog

 

 

/=5F5c6=B5D;YcI5DF5cA5A=c5AJcI5Ac6=H5c69GB5G=]

 

09D;EAB5<¥c AJcA9D85G5=cC=CF=cH9C65G=c

C9D5G=¥

 

+9C5D;YcI5AcH9CJ85

 

,5CJDYc=D=B5

C9B5CF5J=cI=D;;=c6JA=IcC9G5=

 

256 ! !bRQbc Mimpi Sederhana 257

Glosarium keseimbangan tubuh saat berjalan. Kruk

ada dua jenis yaitu kruk ketiak dan kruk

lengan bawah.

Layur : adalah nama ikan perairan laut yang

Ampyang : panganan tradisional khas Jawa yang bentuknya panjang dan ramping. Ukuran

terbuat dari kacang tanah yang diberi

tubuhnya dapat mencapai panjang

adonan gula jawa.

2m, dengan berat maksimum tercatat

Batugamping : ditulis serangkai sebagai padanan kata 5kg dan usia dapat mencapai 15 tahun.

karst yaitu kawasan yang terbentuk oleh Kegemarannya pada siang hari berkeliaran

pelarutan batuan, kurang subur untuk di perairan dangkal dekat pantai yang kaya

pertanian, terdapat bukit-bukit kecil, dan plankton krustasea. sungai-sungai yang tampak di permukaan Ledek : penari dan penyanyi kesenian tradisional

hilang dan terputus ke dalam tanah

yang biasanya berkeliling bersama pemain

menjadi sungai bawah tanah.

gamelan

Cadik : bambu atau kayu ringan yang dipasang di Niyaga : sebutan untuk penabuh/pemain gamelan

kiri kanan perahu, berbentuk seperti sayap,

sebagai alat pengatur keseimbangan agar Pendopo : bangunan yang luas terbuka tanpa sekat

perahu tidak mudah terbalik. Istilah lainnya dan menjadi bagian dari rumah adat

adalah katir. Jawa yang terletak di bagian depan rumah, disediakan untuk pertemuan serta

Gamelan : satu perangkat alat musik Jawa (terdapat keperluan lain yang ada hubungannya

juga di Sunda, Bali, dan sebagainya) yang

dengan kemasyarakatan.

terdiri atas saron, bonang, rebab, gendang,

gong, dan sebagainya. Sayur gori : sayur khas Jawa berbahan nangka muda

(gori) dan santan.

Gatot : penganan yang dibuat dari dibuat dari gaplek/singkong kering yang disayat kecil- Stalakmit : adalah pembentukan gua secara vertikal

kecil memanjang kemudian direbus dan yang tumbuh dari bawah ke atas dicampur dengan gula, dimakan dengan ditemukan di lantai gua, biasanya langsung

parutan kelapa ditemukan di bawah stalaktit. Stalakmit

mempunyai berbagai bentuk, yaitu lebar,

Kruk : tongkat/alat bantu berjalan untuk

ソ #エf #エf イMイrゥrヲr ヲM M ># # #エ rヲ pendek, tinggi, kurus dan seperti menara.

terutama kaki biasanya digunakan Stalaktit : disebut juga batu tetes yang menggantung

secara berpasangan untuk mengatur dari langit-langit gua kapur. Sungai Bawah Tanah : sungai yang mengalir sebagian Penulis atau seluruhnya di bawah tanah, dengan

kata lain permukaan air dan tepi sungai

tidak terekspos cahaya matahari. Banyak Anang YB, menjadi penulis profesional

sejak 15 tahun lalu. Karya tulisnya

terdapat di daerah batugamping

berjumlah 90 buku dan terus bertambah.

Susur Sungai : dikenal dengan istilah cave tubing, yaitu Kini ia berfokus menjadi ghostwriter,

olahraga petualangan mengikuti aliran air イMエ ソ イMエ ゥr F#エ イMイ> # >rソf #

Bersama pasangan hidupnya, ia

menggunakan pelampung dari ban dalam

mengelola Akademi Penulis Buku dengan

sambil menikmati indahnya goa di sungai partisipan dari Indonesia dan luar

bawah tanah. negeri. Di dunia maya, Anang YB banyak

Tayub berbagi ilmu kepenulisan melalui blog : merupakan tarian pergaulan yang

penarinya disebut ledek. Kesenian Tayub @anangyb.writer serta @akademi.penulis. ghostwriterindonesia.com dan Instagram

Yogyakarta memiliki identitas kesenian id. Silakan untuk berteman.

#エf イM M Mヲ rヲ#エ ヲMmrF #エ イ#エ r# F#エ

hubungannya dengan alam sekitar. Tarian

ini terdapat juga di wilayah Indonesia Ilustrator lainnya.

Tiwul : panganan pokok khas Jawa sebagai ›## › ¹ソmイ#, Dosen DKV di Institut

pengganti nasi yang berbahan dasar ketela Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya

(ISTTS), sekaligus freelance Ilustrator Buku

pohon atau singkong yang disebut dengan M # rヲ イMイ> # gaplek. ilustrasi untuk buku anak-anak, khususnya

Wayang yang bertema keluarga, petualangan, : seni pertunjukkan tradisional asli Indonesia

yang berasal dan berkembang pesat di dan Islam. Media pilihannya adalah

digital. Sepanjang karirnya dari tahun

pulau Jawa dan Bali. Anak-anak dapat mrエff# ›## イMエF# # membuat tokoh wayang dari bahan daun kehormatan untuk berkolaborasi dalam

singkong atau ubi kayu. berbagai proyek ilustrasi untuk buku anak-

anak, bekerja sama dengan berbagai

Urap : kelapa parut yang dibumbui untuk

penerbit ternama di Indonesia maupun

campuran sayur-mayur rebus. Biasanya bekerjasama dengan penerbit/penulis luar

dimakan bersama dengan nasi dan lauk negeri. Karya–karyanya dapat dilihat di

tahu tempe goreng. oc ゝエ## エ ソmイ# ;Mm#エ?M ›## ›

¹ソmイ# ›## F# # Frm > エfr イMゥ#ゥ r

Mイ#rゥ エ## エ ソmイ#ゝfイ#rゥ ?ソイ

Editor Naskah Editor Naskah

Ò# ヲ Ä# ソ ソ ¹ソm#Fr, akrab disapa Tasaro Gk memiliki latar pendidikan Komunikasi Fr ÄM r# #エ Ò r ô#m Fr akrab ,

Jurnalistik dan Pendidikan. Mantan disapa Adi, merupakan seorang Analis

wartawan Jawa Pos Grup ini sekarang Sistem Informasi dan Jaringan di Pusat

menjadi pelatih training Jurnalistik untuk Perbukuan, Kemendikbudristek. Belum

instansi di Intermedia Training, Businnes lama Adi terjun dalam dunia perbukuan,

Writing di Inixindo Bandung, dan dosen yakni sejak tahun 2022. Adi menamatkan

tamu Jurnalistik program Kampus Merdeka pendidikan DIII Teknik Informatika

Universitas Muhammadiyah Semarang, Politeknik Pos Indonesia pada tahun 2006,

serta pelatih jurnalistik di GIMB Pra Kerja pendidikan SI Informatika Universitas

Kemnaker RI 2023. Sempat berkarier sebagai Mercu Buana pada tahun 2017, dan

editor buku pendidikan, Tasaro kini menjadi pendidikan S2 Informatika Universitas

editor lepas, mendirikan Sekolah Alam Indonesia pada tahun 2022. Kamu dapat

Bukit Akasia di Sumedang dan menulis menyapanya melalui belasan novel, puluhan buku bacaan anak, adi.setiawan@kemdikbud.go.id

artikel, sejak 2004 hingga hari ini. Saat

ini, Tasaro juga menjadi anggota Komite

Penilaian Buku Non Teks, Pusat Perbukuan,

Kemendikbudristek RI. Editor Visual

Editor Naskah « ¹r #ゥ >Fr cukup dipanggil abdi.

Sejak 2004 berkarya sebagai saudagar

Namanya Kイr # ›ソ r r#エr û visual di beberapa penerbit buku indie e

,

dan majalah. Di samping menjadi cantrik

ia merupakan anak pertama dari

di Center for Religious and Cross-cultural

dua bersaudara keturunan Makassar.

Studies UGM, ia juga aktif mengelola

Membaca adalah bagian dari hidupnya

lokakarya visual untuk UMKM lokal.

sejak kecil. Bekerja di Pusat Perbukuan

Kamu dapat menyapanya melalui

menjadikannya akrab dengan dunia

kotakpesandarimu@gmail.com

perbukuan. Menjadi bagian dari editor

M M r ヲ# r #m エ F#エ Mゥ#m mengedit beberapa buku teks dan buku

nonteks sejak saat itu. Emira bisa ditemui

di IG @Miranovit.

Desainer

 

\r# # ゥイ# ÄM #, Akrab disapa Kiata, #F#ゥ#m Mソ #エf FM #rエM f # ゥM #

berdomisili Depok yang telah aktif

membuat desain buku sejak tahun 2013.

Di antaranya Buku Teks Kurikulum 2013,

dan Kurikulum Merdeka. Kiata juga

bekerja sebagai Social Media Specialist

yang kerap membuat konten planning,

dan konten kreatif. Hal lain dari Kiata yaitu

hobinya dalam bernyanyi, menulis dan

membuat lagu. Kenali Kiata lebih dalam

lewat platform digital miliknya. Instagram/

Linkedin : Kiatayaki

Seorang remaja putri

bernama Layur mengalami

kecelakaan pada kakinya

setelah terkena ledakan

bom ikan. Dusun tersebut

dulunya makmur, tetapi

sejak penggunaan bom ikan

menjadi kebiasaan, lautan

dan terumbu karang sekitar

dusun semakin rusak dan hasil tangkapan ikan semakin

menurun. Masyarakat pun semakin miskin.

Namun, Layur tidak menyerah. Ia memiliki tekad

untuk membangun dusunnya sebagai dusun wisata yang

ramah lingkungan.

Sayangnya, ada sekelompok orang yang berusaha

menggagalkan niat mulia itu. Dusun wisata itu dibuat

luluh lantak hingga Layur ingin menyerah.

Selain mengangkat tema literasi digital, novel remaja ini sarat akan kisah persahabatan, tantangan hidup, dan kasih sayang unik di dalam keluarga.

 

ISBN 978-623-118-059-9 (PDF)

 

HET Rp44.700